Langsung ke konten utama

Bacabukunya: Life Crisis How to Deal With Meaninglessness

Buku ini mungkin jadi buku kedua yang aku selesaikan tahun ini. Walau butuh waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan dia, tapi setidaknya aku berhasil. 

Buku ini adalah jilid kedua dari 7 rangkaian buku Your Job is not your career karya Coach Rene Suhardono. Di buku kali ini, Coach Rene Suhardono berkolaburasi dengan Ibu Tuytus Widayanti.

Sama seperti kesan pertama waktu baca buku ke 1 Your Job is Not our Career, kesan yang aku dapat dari cover buku ini adalah “serius judulnya sepanjang ini? Gimana bacanya?”.

 Oke, langsung aja kita bahas. Beberapa poin yang aku dapat setelah baca buku ini. 

  1. Seperti judulnya, buku ini memberi kita informasi tentang cara menghadapi crisis. Kita diajak memahami apa itu krisis dan kenapa bisa menjadi sebuah krisis termasuk cara menghadapinya.

  2. Krisis adalah bagian dari hidup. Namanya orang hidup, pasti akan bertemu dengan problem/krisis. Nggak cuma datang di usia 20an, bahkan sejak kecil pun kita sudah menghadapi krisis sesuai dengan fase hidup kita. 

  3. Pahami apa kendali dalam diri kita. Apa yang bisa kita ubah dan apa yang nggak bisa kita ubah dalam hidup ini? Jangan sampai kita menghabiskan waktu dan tenaga hanya untuk berupaya mengubah sesuatu yang ada diluar kendali diri kita. Ga boleh egois ya, nggak semuanya bisa kita atur semaunya. 

  4. Know yourself, setiap dari kita itu punya keunikan sendiri sendiri. Salah satu cara menghadapi krisis adalah dengan memahami diri kita sendiri. Dengan memahami diri kita sendiri, kita jadi tahu kenapa sih suatu hal bisa menjadi krisis bagi diri kita, sedangkan bagi orang lain justru  menjadi hal sepele. Faktor apa yang menyebabkan hal tersebut membuat kita merasa tidak nyaman dan bisa mengganggu produktivitas diri. Setiap dari kita dilahirkan berbeda dan memiliki keistimewaan masing masing termasuk memiliki krisis yang berbeda beda, berhenti membandingkan diri dengan orang lain karena hal itu justru akan menimbulkan konflik yang baru. 

  5. Menerima sebuah krisis dan menghadapinya. Salah satu hal yang mungkin terlihat mudah tapi bisa jadi hal paling sulit dilakukan adalah menerima segala perasaan negatif dan ketidaknyamanan saat menghadapi krisis. Berusaha untuk tetap logis dan objektif serta tidak terburu-buru dalam membuat keputusan. Menghadapi konflik dengan tenang bisa membantu kita mencegah timbulnya konflik lain dalam hidup. 

  6. Krisis nggak selamanya negatif. Krisis justru bisa membantu kita untuk berkembang dan naik level di tahapan kehidupan selanjutnya. Kita sebaiknya memandang krisis sebagai cara untuk menerima kekurangan diri dan bersyukur atas kenikmatan yang masih diberikan oleh Allah.


Oiya, buku kedua ini memang berkaitan dengan buku pertama, tetapi (menurut aku) nggak harus dibaca berurutan. Boleh-boleh aja kalau memang mau baca jilid 2 lebih dulu kemudian baca buku yang pertama. Isinya bisa diterima dan dipahami dengan mudah. 

Buku ini udah ada edisi revisi-nya (covernya warna kuning), tapi aku nggak punya. Jadi review yang ini aja. Semoga next bisa ada kesempatan buat baca buku selanjutnya. See you~


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bacabukunya: Aku Yang Sudah Lama Hilang

Long time no see. Udah lama banget nggak nulis di blog ini. berapa tahun ya? Kayaknya sejak sebelum kerja di rumah sakit deh. Ditulisan kali ini aku mau berbagi tentang sebuah buku berjudul Aku Yang Sudah Lama Hilang karya Nago Tejena, M.Psi., Psikolog.  Aku beli buku ini via online pada Juni 2024, dan baru selesai baca kemarin. Semakin lama aku semakin sulit baca buku, sulit fokus, dan gampang terdistraksi. Padahal dulu bisa lho sehari satu buku sambil sekolah juga. Perjalanan aku membaca buku ini cukup lama. Setengah jalan baca buku, trus jeda nggak baca lagi. Lupa isinya, ulang lagi dari awal, sampai akhirnya kemarin aku berhasil menyelesaikan buku ini.  Aku sempat denial dan nggak siap dengan isi buku ini. Terutama kalau udah ada di Bab memulai obrolan canggung. Ternyata bukan hanya memulai obrolan canggung yang jadi kendalaku saat itu, tapi juga bacaan canggung.  S o, What do I love from this book? 1. Buku ini termasuk bacaan yang ringan tapi ngena ke pembacanya. Bah...

Bullying

Teringat materi Bk hari ini, membuatku mengingat masa lalu. Bullying, tindakan dimana seseorang mengancam orang lain yang dianggap lemah dan membuat orang tersebut merasa tersakiti. Awalnya aku mengira yang termasuk kategori bullying adalah kekerasan fisik, namun aku salah. Bullying, ada bullying kontak fisik langsung, yaitu yang aku anggap satu-satunya tidakan bullying tadi. Verbal(mengejek, menghina, memberi julukan,dll.), aku mengira hal yang satu ini tidak masuk kategori,tetapi aku salah. Psikis (merusak persahabatan, mengucilkan, dll.). seksual, dan yang terakhir Cyber (dunia maya). Menurutku, MOS termasuk sarana bullying. sejujurnya aku nggak suka mos, walaupun dibilang bahwa mo situ banyak kenangan, tapi aku sakit hati karena perlakuan kakak senior. Ok,, bullying apa yang pernah kamu alami ? verbal? Hampir setiap orang pernah. Aku pernah mengalami bullying verbal, bullying psikis dan bullying cyber. Bullying verbal,, aku anggap ini hal umum yang pernah dialami hampir set...

kangeeeeeeennnnnn

rumah yang ngangenin dengan orang orang yang ngangenin di dalamnya. rumah yang rutin dikunjungi rutin tiap taun, walau sekarang nggak sesering dulu. setaun cuma 3 hari disana itu kurang..kurang banget. kangen suasananya. inget banget dulu kalo hujan ngambilin koran trus dibuat perahu buat dihanyutkan*secara nggak langsung buang sampah sembarangan. kangen makan mangga yang baru dipetik di pelataran rumah. berburu laron kalo musimnya. main mercon main kembang api di malam takbiran. main di kebun trus metik bunga dan akhirnya dimarain sama yang punya. kangen ngumpul ber23, sampe bingung mau tidur dimana dan akhirnya tidur di ruang tamu. ke kamar mandi aja antri, makan juga antri. piring juga dihitung nggak boleh kurang. rumah dengan orang orang yang bisa bikin aku sakit "kangen", demam tanpa sebab tapi setelah sampe disana langsung sembuh.haha.. untung sekarang nggak. kangen, mau banget ke sana. sayang hari ini nggak jadi kesana. padahal udah seneng hari senin libur. aku ingin...